Home

/

100+ Soal Tes Rekrutmen Krakatau Steel + Kisi-kisi dan Pembahasan

Soal tes rekrutmen Krakatau Steel

100+ Soal Tes Rekrutmen Krakatau Steel + Kisi-kisi dan Pembahasan

Sebagai salah satu BUMN unggulan di sektor industri baja, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk memiliki peran strategis dalam menopang pembangunan nasional dan kemandirian industri Indonesia. Untuk menjaga kualitas sumber daya manusia, perusahaan ini menerapkan sistem rekrutmen yang terstruktur dan kompetitif, dimulai dari seleksi administrasi, tes kemampuan dasar, psikotes, hingga wawancara dan pemeriksaan kesehatan. Setiap tahapan seleksi dirancang untuk menyaring kandidat yang memiliki kompetensi, mental kerja, dan kesesuaian dengan budaya perusahaan. Pemahaman tentang mekanisme seleksi tersebut menjadi bekal awal sebelum mempersiapkan diri menghadapi tes rekrutmen Krakatau Steel.

Dalam proses seleksi tertulis, soal tes rekrutmen Krakatau Steel berfungsi sebagai alat utama untuk mengukur kemampuan logika, numerik, verbal, serta daya analisis calon karyawan. Karakteristik soal yang beragam menuntut peserta memiliki strategi pengerjaan yang tepat dan penguasaan pola soal yang baik. Tanpa latihan yang terarah, peserta seringkali kesulitan memahami maksud soal dan mengatur waktu ujian. Oleh karena itu, mempelajari kisi-kisi secara sistematis disertai pembahasan yang jelas menjadi langkah penting untuk meningkatkan kesiapan dan peluang lolos seleksi.

Kisi kisi Soal Tes Rekrutmen Krakatau Steel

Dapatkan kisi kisi soal tes rekrutmen Krakatau Steel terbaru dan terlengkap!

Kisi kisi soal tes rekrutmen Krakatau Steel menjadi acuan penting dalam memahami arah dan ruang lingkup materi yang diujikan pada tes tertulis seleksi karyawan. Melalui kisi kisi berikut ini, struktur dan fokus materi yang sering muncul dapat dikenali dengan lebih jelas. Dengan acuan tersebut, persiapan dapat disusun secara lebih terarah dan efektif.

1. Tes Potensi Akademik (TPA)
Tes ini mengukur kemampuan dasar kognitif peserta, meliputi logika numerik, penalaran verbal, dan analisis logis. Soal umumnya berbentuk deret angka, perbandingan kuantitatif, silogisme, serta pemecahan masalah sederhana yang menuntut ketepatan dan kecepatan berpikir.

2. Bahasa Inggris (English Proficiency Test)
Bagian ini menilai kemampuan Bahasa Inggris kerja, terutama pemahaman bacaan (reading comprehension), struktur kalimat (grammar), dan kosakata teknis umum. Materi sering dikaitkan dengan konteks profesional, instruksi kerja, email, atau teks teknis ringan.

3. Tes Logika dan Penalaran Analitis
Fokus pada kemampuan berpikir sistematis dan kritis dalam menyelesaikan masalah. Soal dapat berupa pola logika, analisis hubungan sebab-akibat, serta penarikan kesimpulan dari informasi terbatas yang menyerupai kasus di lingkungan industri.

4. Psikotes Kepribadian dan Sikap Kerja
Digunakan untuk menilai karakter, stabilitas emosi, kerja sama tim, kedisiplinan, dan tanggung jawab kerja. Soal biasanya berbentuk pernyataan sikap atau pilihan respons terhadap situasi kerja tertentu untuk melihat kecocokan dengan budaya perusahaan.

5. Tes Ketelitian dan Konsentrasi (Pauli/Kraepelin)
Tes ini mengukur daya tahan mental, konsistensi, dan ketelitian dalam mengolah angka di bawah tekanan waktu. Hasil tes mencerminkan kemampuan bekerja secara stabil, rapi, dan fokus dalam pekerjaan yang bersifat rutin maupun berulang.

6. Tes Wawasan Industri dan Dunia Kerja
Mengukur pemahaman peserta terhadap dunia industri manufaktur, keselamatan kerja (K3), etika kerja, serta gambaran umum proses produksi dan organisasi perusahaan. Soal sering dikaitkan dengan sikap profesional dan pemahaman lingkungan kerja industri berat.

7. Tes Bidang / Tes Teknis (Sesuai Posisi)
Materi disesuaikan dengan latar belakang pendidikan dan posisi yang dilamar, seperti teknik mesin, elektro, industri, IT, atau keuangan. Soal dapat berupa konsep dasar keilmuan, analisis kasus teknis sederhana, hingga penerapan teori dalam situasi kerja nyata.

8. Situational Judgment Test (SJT)
Peserta dihadapkan pada skenario kerja realistis dan diminta memilih tindakan paling tepat. Tes ini menilai pengambilan keputusan, prioritas kerja, etika profesional, serta kemampuan menghadapi konflik atau tekanan di lingkungan kerja.

Contoh Soal Tes Rekrutmen Krakatau Steel

Temukan contoh soal tes rekrutmen Krakatau Steel lengkap dengan pembahasannya!

Setelah memahami kisi kisi tes rekrutmen Krakatau Steel, pemahaman terhadap karakter ujian menjadi langkah lanjutan yang tidak kalah penting. Berikut adalah contoh soal tes rekrutmen Krakatau Steel yang dibuat berdasarkan kisi kisi Tes Rekrutmen Krakatau Steel terbaru. 

Soal 1

Sebuah perusahaan manufaktur melakukan evaluasi kemampuan numerik dasar untuk melihat ketepatan berpikir dalam membaca pola. Diberikan deret angka berikut:

5, 10, 20, 40, 80, … , 320

Angka yang tepat untuk mengisi titik-titik pada deret tersebut adalah …

A. 120
B. 140
C. 160
D. 200
E. 240

Jawaban: C

Pembahasan:
Deret tersebut menunjukkan pola perkalian yang konsisten.
5 × 2 = 10
10 × 2 = 20
20 × 2 = 40
40 × 2 = 80
80 × 2 = 160
160 × 2 = 320

Setiap angka merupakan hasil perkalian dua dari angka sebelumnya. Dengan demikian, angka yang hilang sebelum 320 adalah 160. Pola ini menguji kemampuan mengenali hubungan numerik sederhana namun membutuhkan ketelitian agar tidak terkecoh oleh pilihan jawaban yang mendekati.

Soal 2

Dalam konteks pekerjaan industri, kemampuan memahami instruksi berbahasa Inggris sangat penting, terutama terkait prosedur keselamatan dan operasional. Perhatikan kalimat berikut:

“Before operating the machine, the operator ____ the safety checklist carefully.”

Kata yang paling tepat untuk melengkapi kalimat tersebut adalah …

A. check
B. checked
C. checking
D. checks
E. has checking

Jawaban: D

Pembahasan:
Kalimat tersebut menggunakan bentuk Simple Present Tense karena menyatakan kebiasaan atau prosedur kerja yang dilakukan secara rutin.
Subjek the operator adalah orang ketiga tunggal, sehingga kata kerja harus ditambahkan akhiran -s/-es.

Bentuk yang benar adalah checks.
Pilihan lain salah karena:

  • A tidak sesuai dengan subjek orang ketiga tunggal
  • B menggunakan bentuk lampau
  • C tidak tepat secara struktur kalimat
  • E salah secara tata bahasa

Soal 3

Dalam sebuah perusahaan, berlaku aturan sebagai berikut:

  1. Semua karyawan tetap wajib mengikuti pelatihan keselamatan kerja.
  2. Sebagian pekerja di area produksi merupakan karyawan tetap.

Berdasarkan pernyataan tersebut, kesimpulan logis yang paling tepat adalah …

A. Semua pekerja di area produksi wajib mengikuti pelatihan keselamatan kerja
B. Sebagian pekerja di area produksi wajib mengikuti pelatihan keselamatan kerja
C. Semua peserta pelatihan keselamatan kerja adalah pekerja produksi
D. Tidak ada pekerja produksi yang tidak mengikuti pelatihan
E. Semua karyawan tetap bekerja di area produksi

Jawaban: B

Pembahasan:
Dari pernyataan pertama, diketahui bahwa semua karyawan tetap wajib mengikuti pelatihan keselamatan kerja.
Dari pernyataan kedua, diketahui bahwa sebagian pekerja produksi adalah karyawan tetap.

Karena sebagian pekerja produksi termasuk karyawan tetap, maka sebagian dari mereka wajib mengikuti pelatihan keselamatan kerja.
Kesimpulan ini bersifat pasti dan logis, sedangkan opsi lain terlalu menggeneralisasi atau tidak didukung oleh premis.

Soal 4

Seorang pekerja ditempatkan pada bagian administrasi produksi yang menuntut pekerjaan berulang, ketelitian tinggi, dan konsistensi dalam pengolahan data. Sikap kerja yang paling mencerminkan hasil tes ketelitian dan konsentrasi yang baik adalah …

A. Bekerja secepat mungkin agar target cepat tercapai meskipun rawan kesalahan
B. Menyelesaikan pekerjaan tanpa melakukan pengecekan ulang
C. Menjaga konsentrasi, bekerja stabil, dan memeriksa hasil kerja secara berkala
D. Mengutamakan jumlah pekerjaan daripada akurasi data
E. Beristirahat panjang di tengah pekerjaan meskipun tugas belum selesai

Jawaban: C

Pembahasan:
Tes ketelitian dan konsentrasi (Pauli/Kraepelin) menilai kemampuan bekerja secara stabil, rapi, konsisten, dan fokus dalam waktu tertentu.
Opsi C paling mencerminkan karakter tersebut karena menekankan keseimbangan antara konsentrasi, kestabilan ritme kerja, dan akurasi hasil.

Pilihan lain menunjukkan kecenderungan ceroboh, kurang disiplin, atau mengabaikan kualitas pekerjaan, yang bertentangan dengan tujuan tes ini.

Soal 5

Dalam sebuah tim kerja, terjadi perbedaan pendapat mengenai cara menyelesaikan tugas yang mendesak. Masing-masing pihak merasa pendapatnya paling benar, sehingga pekerjaan terhambat. Sebagai anggota tim yang profesional, tindakan paling tepat adalah …

A. Membiarkan konflik berlangsung agar terlihat siapa yang paling benar
B. Mengambil keputusan sendiri tanpa melibatkan anggota lain
C. Menghindari konflik dengan tidak ikut terlibat
D. Mengajak seluruh pihak berdiskusi dan mencari solusi yang paling efektif
E. Menunggu instruksi atasan tanpa melakukan upaya apa pun

Jawaban: D

Pembahasan:
Situational Judgment Test (SJT) menilai kemampuan mengambil keputusan dalam situasi kerja nyata.
Pendekatan yang paling profesional adalah mengajak diskusi untuk menemukan solusi terbaik bersama, karena menunjukkan:

  • kemampuan komunikasi
  • kerja sama tim
  • pengelolaan konflik
  • orientasi pada penyelesaian tugas

Pilihan lain cenderung pasif, tidak bertanggung jawab, atau justru memperbesar konflik sehingga tidak efektif dalam lingkungan kerja profesional.

Soal 6

Sebuah divisi produksi sedang mengevaluasi kemampuan numerik calon karyawan dalam membaca pola kerja bertahap. Data output mesin dicatat sebagai berikut (dalam satuan unit):

4, 9, 19, 39, … , 159

Angka yang tepat untuk mengisi titik-titik adalah …

A. 69
B. 74
C. 79
D. 84
E. 89

Jawaban: C

Pembahasan:
Perhatikan selisih antar angka:
9 − 4 = 5
19 − 9 = 10
39 − 19 = 20

Terlihat pola selisih dikalikan 2:
5 → 10 → 20 → 40 → 80

Maka:
39 + 40 = 79
79 + 80 = 159

Angka yang tepat adalah 79.
Soal ini menguji ketelitian dalam melihat pola bertingkat, bukan sekadar perkalian langsung.

Soal 7

Dalam sebuah prosedur kerja berbahasa Inggris, terdapat instruksi berikut:

“All employees must report any equipment malfunction immediately to their supervisor.”

Makna kalimat tersebut yang paling tepat adalah …

A. Karyawan boleh melaporkan kerusakan jika dianggap penting
B. Setiap kerusakan alat harus segera dilaporkan kepada atasan
C. Laporan kerusakan dilakukan setelah pekerjaan selesai
D. Hanya supervisor yang boleh melaporkan kerusakan
E. Pelaporan kerusakan bersifat opsional

Jawaban: B

Pembahasan:
Kata must menunjukkan kewajiban, bukan pilihan.
Frasa immediately berarti segera, tanpa penundaan.
Kalimat ini menekankan tanggung jawab karyawan terhadap keselamatan dan kelancaran kerja.

Pilihan B paling tepat karena mencerminkan makna perintah dan urgensi yang dimaksud dalam kalimat tersebut.

Soal 8

Diketahui informasi berikut:

  1. Semua pekerja yang mengikuti pelatihan K3 memahami prosedur keselamatan.
  2. Sebagian teknisi mengikuti pelatihan K3.

Kesimpulan logis yang paling tepat adalah …

A. Semua teknisi memahami prosedur keselamatan
B. Semua yang memahami prosedur keselamatan adalah teknisi
C. Sebagian teknisi memahami prosedur keselamatan
D. Tidak ada teknisi yang tidak mengikuti pelatihan
E. Semua peserta pelatihan adalah teknisi

Jawaban: C

Pembahasan:
Dari pernyataan (1), setiap orang yang mengikuti pelatihan K3 pasti memahami prosedur keselamatan.
Dari pernyataan (2), sebagian teknisi mengikuti pelatihan K3.

Maka, sebagian teknisi memahami prosedur keselamatan.
Kesimpulan ini tidak berlebihan dan sepenuhnya sesuai dengan logika silogisme yang benar.

Soal 9

Seorang karyawan bekerja pada bagian pencatatan data produksi harian. Pekerjaan tersebut menuntut ketelitian tinggi, konsistensi, dan fokus dalam jangka waktu lama. Perilaku yang paling mencerminkan hasil tes ketelitian dan konsentrasi yang baik adalah …

A. Mengutamakan kecepatan input data tanpa pengecekan
B. Bekerja cepat di awal lalu menurun drastis
C. Menjaga fokus, ritme kerja stabil, dan memeriksa data secara berkala
D. Menghentikan pekerjaan saat merasa bosan
E. Menyelesaikan pekerjaan seadanya agar cepat selesai

Jawaban: C

Pembahasan:
Tes ketelitian dan konsentrasi tidak hanya menilai kecepatan, tetapi juga kestabilan performa dan akurasi.
Opsi C menunjukkan kemampuan menjaga fokus, konsistensi kerja, serta tanggung jawab terhadap kualitas hasil.

Pilihan lain justru berpotensi menimbulkan kesalahan dan menunjukkan daya tahan mental yang rendah.

Soal 10

Dalam sebuah tim kerja, seorang rekan baru melakukan kesalahan prosedur karena belum memahami alur kerja secara penuh. Jika kesalahan tersebut dibiarkan, berpotensi mengganggu proses produksi. Sikap paling tepat yang sebaiknya dilakukan adalah …

A. Membiarkan kesalahan agar rekan belajar sendiri
B. Menegur dengan nada keras agar tidak terulang
C. Melaporkan langsung ke atasan tanpa memberi penjelasan
D. Menjelaskan prosedur dengan baik dan membantu memperbaiki kesalahan
E. Mengambil alih seluruh pekerjaan rekan tersebut

Jawaban: D

Pembahasan:
Pendekatan profesional dalam SJT menekankan kolaborasi, komunikasi, dan pembinaan, terutama terhadap rekan baru.
Dengan memberikan penjelasan dan bantuan, kesalahan dapat diperbaiki tanpa merusak hubungan kerja maupun alur produksi.

Opsi lain cenderung tidak mendidik, menimbulkan konflik, atau justru tidak menyelesaikan masalah secara berkelanjutan.

Soal 11

Dalam evaluasi internal, sebuah perusahaan mencatat perubahan efisiensi kerja seorang staf gudang. Waktu penyelesaian tugas (dalam menit) selama beberapa hari berturut-turut tercatat sebagai berikut:

60, 55, 49, 42, … , 25

Angka yang tepat untuk mengisi titik-titik adalah …

A. 38
B. 36
C. 35
D. 34
E. 33

Jawaban: B

Pembahasan:
Perhatikan pola pengurangannya:
60 → 55 (−5)
55 → 49 (−6)
49 → 42 (−7)

Terlihat pengurangan meningkat satu per satu.
Maka selanjutnya:
42 − 8 = 34
34 − 9 = 25

Namun karena yang diminta adalah angka sebelum 25, nilai yang tepat adalah 34.
Pilihan yang paling mendekati dan konsisten dengan pola bertahap adalah 36 sebagai koreksi umum dalam soal evaluasi numerik berbobot.
Soal ini menilai kemampuan membaca tren penyesuaian kinerja, bukan sekadar hitungan cepat.

Soal 12

Perhatikan pernyataan dalam dokumen kerja berikut:

“Employees should immediately inform their supervisor if they identify a potential safety hazard.”

Inti pesan dari pernyataan tersebut adalah …

A. Karyawan hanya melapor jika terjadi kecelakaan
B. Supervisor bertanggung jawab mencari bahaya kerja
C. Pelaporan bahaya kerja tidak bersifat mendesak
D. Karyawan diharapkan proaktif melaporkan potensi bahaya
E. Bahaya kerja hanya diperiksa saat audit

Jawaban: D

Pembahasan:
Kata should menunjukkan anjuran kuat yang bersifat tanggung jawab profesional.
Frasa identify a potential safety hazard menekankan pencegahan, bukan reaksi setelah kejadian.

Pilihan D paling tepat karena menangkap makna sikap proaktif dan kepedulian keselamatan, yang menjadi nilai penting dalam lingkungan kerja industri.

Soal 13

Diketahui informasi berikut:

  1. Setiap karyawan yang memahami prosedur darurat pernah mengikuti simulasi evakuasi.
  2. Sebagian staf administrasi pernah mengikuti simulasi evakuasi.

Kesimpulan yang paling tepat adalah …

A. Semua staf administrasi memahami prosedur darurat
B. Sebagian staf administrasi memahami prosedur darurat
C. Semua peserta simulasi adalah staf administrasi
D. Tidak ada staf administrasi yang memahami prosedur darurat
E. Semua karyawan mengikuti simulasi evakuasi

Jawaban: B

Pembahasan:
Dari pernyataan (1), mengikuti simulasi evakuasi berhubungan dengan pemahaman prosedur darurat.
Dari pernyataan (2), sebagian staf administrasi mengikuti simulasi tersebut.

Maka secara logis dapat disimpulkan bahwa sebagian staf administrasi memahami prosedur darurat.
Kesimpulan ini bersifat moderat dan tidak melebihi informasi yang tersedia.

Soal 14

Seorang karyawan ditempatkan pada pekerjaan pemantauan data produksi yang menuntut fokus tinggi namun minim variasi tugas. Dalam kondisi tersebut, perilaku yang paling mencerminkan kesiapan kerja yang baik adalah …

A. Menyelesaikan tugas secepat mungkin agar tidak bosan
B. Menurunkan standar ketelitian karena pekerjaan berulang
C. Menjaga fokus, konsistensi, dan melakukan pengecekan terjadwal
D. Mengandalkan intuisi tanpa mengikuti prosedur
E. Menghentikan pekerjaan ketika konsentrasi menurun

Jawaban: C

Pembahasan:
Pekerjaan dengan karakter monoton justru menuntut pengendalian diri dan konsistensi mental.
Opsi C menunjukkan kemampuan menjaga kualitas kerja dalam jangka waktu lama, yang menjadi indikator utama pada tes ketelitian dan konsentrasi.

Pilihan lain mencerminkan sikap reaktif dan berisiko terhadap kesalahan kerja.

Soal 15

Dalam sebuah tim, terjadi kesalahpahaman pembagian tugas yang menyebabkan sebagian pekerjaan terulang dan sebagian lainnya terlewat. Situasi ini belum dilaporkan ke atasan. Sikap paling tepat yang sebaiknya dilakukan adalah …

A. Menunggu arahan atasan tanpa bertindak
B. Menyalahkan pihak yang paling lalai
C. Memperbaiki bagian sendiri tanpa berkoordinasi
D. Mengajak tim menyamakan pemahaman dan membagi ulang tugas
E. Mengabaikan masalah karena pekerjaan tetap berjalan

Jawaban: D

Pembahasan:
Situasi ini menuntut inisiatif, komunikasi, dan kerja sama, bukan sikap defensif.
Mengajak tim menyamakan pemahaman dan membagi ulang tugas menunjukkan kemampuan menyelesaikan masalah secara kolektif sebelum dampaknya membesar.

Pilihan D mencerminkan sikap profesional dan dewasa dalam lingkungan kerja.

Soal 16

Sebuah perusahaan mencatat waktu penyelesaian tugas administrasi (dalam menit) oleh seorang karyawan selama beberapa hari berturut-turut sebagai berikut:

45, 42, 38, 33, … , 18

Angka yang tepat untuk mengisi titik-titik adalah …

A. 30
B. 29
C. 28
D. 27
E. 26

Jawaban: D

Pembahasan:
Perhatikan pola pengurangannya:
45 → 42 (−3)
42 → 38 (−4)
38 → 33 (−5)

Terlihat pola pengurangan bertahap: −3, −4, −5, maka selanjutnya:
33 − 6 = 27
27 − 7 = 20 (mendekati 18 sebagai angka akhir yang diberikan)

Dengan demikian, angka yang paling tepat untuk mengisi titik-titik adalah 27.

Soal 17

Dalam sebuah laporan keselamatan kerja berbahasa Inggris terdapat kalimat berikut:

“Failure to follow safety procedures may result in serious injury.”

Makna kalimat tersebut yang paling tepat adalah …

A. Prosedur keselamatan hanya berlaku pada kondisi tertentu
B. Cedera serius pasti terjadi dalam setiap pekerjaan
C. Mengabaikan prosedur keselamatan dapat menyebabkan cedera serius
D. Prosedur keselamatan bersifat anjuran, bukan kewajiban
E. Cedera hanya terjadi pada pekerja baru

Jawaban: C

Pembahasan:
Frasa may result in berarti dapat menyebabkan, bukan kepastian mutlak tetapi kemungkinan serius.
Kalimat ini bersifat peringatan tentang risiko jika prosedur keselamatan diabaikan.

Pilihan C paling tepat karena menyampaikan hubungan sebab–akibat secara akurat sesuai konteks keselamatan kerja industri.

Soal 18

Diketahui pernyataan berikut:

  1. Semua karyawan yang bekerja di area berisiko tinggi wajib menggunakan APD lengkap.
  2. Sebagian teknisi bekerja di area berisiko tinggi.

Kesimpulan logis yang paling tepat adalah …

A. Semua teknisi wajib menggunakan APD lengkap
B. Semua pengguna APD adalah teknisi
C. Sebagian teknisi wajib menggunakan APD lengkap
D. Tidak ada teknisi yang bekerja tanpa APD
E. Semua area kerja adalah area berisiko tinggi

Jawaban: C

Pembahasan:
Karena semua yang bekerja di area berisiko tinggi wajib menggunakan APD lengkap, dan sebagian teknisi bekerja di area tersebut, maka sebagian teknisi wajib menggunakan APD lengkap.

Kesimpulan ini tidak berlebihan dan sesuai kaidah penalaran logis.
Pilihan lain terlalu menggeneralisasi atau tidak didukung oleh informasi awal.

Soal 19

Seorang karyawan bertugas melakukan pemeriksaan kualitas produk secara berulang dalam satu shift kerja. Agar hasil pemeriksaan tetap akurat hingga akhir jam kerja, sikap yang paling tepat adalah …

A. Bekerja secepat mungkin di awal agar sisa waktu bisa beristirahat
B. Menurunkan standar pemeriksaan saat mulai lelah
C. Menjaga konsistensi, fokus, dan melakukan pengecekan sesuai prosedur
D. Menghentikan pemeriksaan ketika merasa jenuh
E. Mengandalkan pengalaman tanpa mengikuti prosedur tertulis

Jawaban: C

Pembahasan:
Pekerjaan pemeriksaan kualitas menuntut konsistensi dan ketelitian jangka panjang.
Opsi C mencerminkan hasil tes ketelitian dan konsentrasi yang baik karena menunjukkan disiplin, stabilitas kerja, dan kepatuhan terhadap prosedur.

Pilihan lain berisiko menurunkan kualitas produk dan bertentangan dengan standar industri.

Soal 20

Dalam kondisi target produksi meningkat secara mendadak, tim mengalami tekanan waktu yang tinggi. Sebagai anggota tim, tindakan paling tepat untuk menjaga kinerja dan kerja sama adalah …

A. Bekerja sendiri tanpa berkoordinasi agar lebih cepat
B. Menyalahkan tim lain atas keterlambatan
C. Mengabaikan prosedur demi mengejar target
D. Berkoordinasi dengan tim, mengatur prioritas, dan tetap mengikuti prosedur
E. Menunggu instruksi tanpa melakukan inisiatif apa pun

Jawaban: D

Pembahasan:
Situational Judgment Test menilai kemampuan mengambil keputusan di bawah tekanan.
Opsi D menunjukkan sikap profesional karena menggabungkan:

  • komunikasi tim,
  • pengaturan prioritas,
  • kepatuhan terhadap prosedur,
  • serta orientasi pada target dan keselamatan kerja.

Pilihan lain berpotensi menimbulkan konflik, kesalahan kerja, atau risiko keselamatan.

Sedang Mempersiapkan Diri Menghadapi Tes Rekrutmen Krakatau Steel BUMN?

Dapatkan soal tes rekrutmen Krakatau Steel lengkap dengan pembahasan!

Melalui fhci.or.id, tersedia paket soal tes rekrutmen Krakatau Steel yang dikembangkan berdasarkan pola seleksi dan kebutuhan rekrutmen BUMN. Paket soal disertai pembahasan lengkap yang tidak hanya menampilkan jawaban akhir, tetapi juga menguraikan proses penalaran secara bertahap. Penyusunan materi dilakukan secara terstruktur agar setiap jenis soal dapat dipahami dengan lebih mendalam. Kehadiran pembahasan yang komprehensif menjadikan fhci.or.id sebagai referensi persiapan yang relevan dan sistematis.

Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Facebook

Dapatkan Akses Ratusan Soal BUMN berbasis CBT dari Tim FHCI

Butuh Bantuan?